Tutorial Drupal : Pengertian Drupal dan Sejarahnya

Kemarin ada teman kuliah yang bertanya mengenai Drupal, berikut ini percakapannya :
Mr. B : "The, km td di facebuk nyinggung soal Drupal" oh iya, sebenarnya Drupal itu apa sih? soale aku tadi mau tanya di facebuk tapi "rada malu gitu". :p
Theo : "Em, coba ntar km baca di blogku deh mas" ntar aku nulis disitu

Yap, percakapan tersebut adalah sekelumit penggalan pembicaraan dengan temenku. Drupal? hmmm, Drupal itu apa ya? Nama seorang cewek? Nama makanan? Nama jalan? atau Nama? hehehe, bukan. Mungkin bagi sebagian orang belum tau tentang apa itu Drupal tapi bagi para Developer Web pastinya sudah tidak asing lagi (walaupun ada sebagian yang belum make sih :p), kalau menurut saya? Drupal adalah salah satu mata pencaharian saya, kalau gak ada Drupal duit saya makin sedikit :) hehe, bercanda. Yap! Langsung saja tanpa berbasa-basi lagi Drupal didefinisikan sebagai Content Management System (CMS) berbasis web, pengertian dari Content Management System (CMS) itu sendiri adalah software yang digunakan untuk menambah dan atau mengelola content dari Website dan deengan menggunakan CMS kita akan dengan mudah :

  • Menambah, mengubah dan menghapus dokumen/content
  • Menambah dan menghapus suatu modul/fungsi tambahan/plugins
  • Mengatur User (management user)
  • Melakukan Update (management update)
  • dan masih banyak lagi :p
Untuk pengembangan dan perawatan dari Drupal sendiri dilakukan oleh ratusan ribu komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Keunggulan dari adalah Drupal dapat diunduh secara bebas dan dapat digunakan secara bebas juga, sehingga memungkinkan setiap orang baik secara individu/perorangan maupun komunitas untuk mempublikasi, mengatur dan mengorganisir berbagai jenis dari isi/konten pada untuk website.

Drupal muncul pada sekitar tahun 2000 yang pada saat itu Dries Buytaert dan Hans Snijder yang merupakan mahasiswa dari Universitas Antwerp (Terletak di negara Belgia), membuat sebuah website sederhana untuk keperluan diskusi, melaporkan status jaringan komputer atau sekedar berbagai informasi bersama teman-temannya dan pada saat mereka lulus kuliah mereka berdua memutuskan untuk menempatkan website ini secara online agar mereka tetap dapat saling berkomunikasi. :)

Sebenarnya nama yang dipilih oleh Dries Buytaert adalah "dorp.org" yang berarti "desa atau dusun" dalam bahasa Belanda tetapi karena salah lihat pada daftar domain yang tersedia maka terpilih "drop.org". Setelah online maka beberapa fasilitas ditambahkan pada website ini seperti moderation, syndication, rating, dan distributed authentication dan pada Januari 2001, Dries Buytaert memutuskan untuk melepas drop.org dengan nama "Drupal" dengan tujuan agar orang lain dapat menggunakan dan mengembangkan platform ini. Drupal sendiri berasal dari sebuah kata druppel" yang berarti "drop" dan sampai saat inip engembangan dan perawatan dari Drupal sendiri dilakukan oleh ratusan ribu komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Sebuah hasil yang sangat luar biasa tentunya :)

Sekarang kita masuk ke bagian kelebihan Drupal sebagai CMS :
  • Drupal menggunakan bahasa pemrograman PHP.
  • Menggunakan database yang support diantaranya MySQL dan PostgSQL.
  • Mudah saat proses Instalasi dan mudah dijalankan.
  • Fasilitas Webblog yang powerfull.
  • Kemampuan Multisite (dapat membuat website induk yang terdiri atas beberapa website anak. Sehingga jika perlu upgrade maka cukup induknya saja yang diupgrade. Ini berguna sekali untuk membangun website komunitas di mana masing-masing anggota mempunyai website-nya sendiri).
  • Pembuatan Forum dan Komentar sangat mudah tanpa menambahkan fungsi atau module apapun (cukup menggunakan module core).
  • Adanya fasilitas Tracker, yaitu kemampuan CMS untuk menampilkan apa saja yang pernah ditulis atau dikirim oleh user tertentu.
  • Mendukung pembuatan website multi language yaitu membuat website dengan 2 bahasa.
  • Adanya fasilitas Taxonomy ( pengkategorian ) yang fleksibel dan terintegrasi.
  • Pembuatan Menu yang mudah (primary maupun secondary).
  • Drupal dapat berjalan di atas berbagai sistem operasi Microsoft Windows, Mac OS X, linux, freeBSD dan lain-lain yang mendukung server web Apache
Tentunya Drupal sendiri juga mempunyai konsep dalam dirinya, berikut ini adalah konsep yang dimaksud :
  • Node Node adalah konten/isi yang terdapat dalam Drupal. Sebuah node dapat merupakan blog, topik forum, berita, halaman statis, gambar, video, audio, maupun flash. Kumpulan node inilah yang membentuk keseluruhan konten dalam sebuah website berbasis Drupal.

  • Comment Comment merupakan tanggapan terhadap sebuah node yang dituliskan oleh user.

  • Menu Sistem menu dalam Drupal adalah sistem penanganan request melalui URL. Jika Clean URL tidak diaktifkan, maka setiap query string yang berbentuk ?q= akan ditangani oleh sistem menu.

  • Modul Website Drupal dapat ditambah dengan modul-modul tertentu sesuai keperluan. Modul adalah satuan program yang ditulis dalam PHP yang jika diaktifkan akan menambah fungsi tertentu. Misalnya modul Organic Groups untuk memberi fungsi group/mailing list seperti layaknya Google Groups ataupun Yahoo Groups. Modul Images untuk mengijinkan user mengupload gambar sebagai node.

  • Hook User tidak pernah menyadari keberadaan konsep ini dalam Drupal, kecuali mereka adalah developer. Hook adalah metode yang digunakan Drupal agar setiap modul dapat menambahkan fungsi tertentu, dengan cara mengaitkan fungsi tertentu tersebut pada hook yang dimiliki sistem Drupal. Sebagai contoh, setiap modul dapat menambah menu baru dengan cara mendefinisikan fungsi modul_menu, yang akan menjamin Drupal tidak lupa memperhitungkan keberadaan menu tersebut ketika diperlukan.

  • Taxonomy Node yang begitu banyak perlu dikategorikan sesuai topik masing-masing (pengkategorian). Dalam Drupal terdapat modul Taxonomy yang digunakan untuk mengkategorikan konten. Nama taxonomy diambil dari ilmu klasifikasi. Dengan demikian setiap satuan konten bisa disebutkan apakah berkategori Politik, Ekonomi, Sains, atau Agama. Cara mengklasifikasikan konten sepenuhnya diserahkan kepada pengguna yang punya hak untuk mengatur taksonomi. Modul-modul lain juga menggunakan modul Taxonomy untuk mengklasifikasikan konten tertentu, seperti misalnya Forum dan Image Gallery.

  • Theme Theme adalah penampakan luar dari sebuah website Drupal. Sistem theme akan mengatur bagaimana website ditampilkan, layout halaman, penempatan block, style, dan sebagainya. Theme dapat diubah-ubah dengan memilih theme yang tersedia dalam direktori /themes maupun /sites/all/themes.
Demikian penjelasan dari saya, kiranya dapat membantu teman-teman sekalian dalam mempelajari atau menggunakan Drupal. Untuk edisi berikutnya? saya akan menjelaskan lagi bagaimana menginstall/mensetup Drupal di Linux, mengupgrade Drupal 5 ke 6 atau dari 6 ke 7 dan memultisitekan Drupal. Untuk edisi besok saya akan menggunakan Drupal 7 sebagai contohnya. Terima kasih

Artikel Terkait Tutorial Drupal : Pengertian Drupal dan Sejarahnya :

6 komentar


Congrats The!! Smile

Jgn bosen bagi2 ilmu n pengalamanmu y hehe..

Thx dl ud dkenalin ma Drupal walaupun cm bentar tp te2p nambah pengetahuanq Tongue out

seru ne skrg bs belajar Drupal lg disini. Ditunggu tulisan berikutx...

Balas

Sama-sama Dewi, syukur deh trainingku dulu bisa nambah pengetahuan. Tetap berkarya wik dan tunggu tulisan berikutnya.

Balas

saya akan nyoba pake drupal gan, tolong dibuatin blog instalasinya

Balas

Ok bro newbie besok akan saya buatkan tutorialnya tapi biar kita gak ketinggalan, aku akan pake Drupal 7 sebagai contohnya. :-)

Balas

Akhirnya nulis juga tentang Drupal :)

Balas

Hehe, iya nih bro :) baru kesampaian sekarang nulisnya. Thx ya dah mampir :)

Balas