Main-Main Dengan Radio Streaming

Sejak ditemukanya teknologi radio oleh Marconi 1874 hingga sekarang radio terus mengalami perkembangan. Dengan dukungan teknologi internet saat ini stasiun radio memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi untuk memperluas daerah jangkauan siaranya (coverage area). Radio yang semula siaranya hanya pada tempat-tempat tertentu sekarang bisa didengarkan dimana saja dengan hanya mengandalkan internet. Salah satu implikasi perkembangaan internet saat ini yaitu munculnya radio internet atau yang dikenal radio streaming.

Radio Streaming merupakan radio yang disiarkan melalui website dengan cara menstrasmisikan gelombang suara lewat internet. Radio Streaming sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh seorang teknolog Carl Malamud pada tahun 1993 yang dikenal dengan Internet Talk Radio yang merupakan internet radio talkshow pertama tentang computer di internet. Hingga pada 7 November 1994 Radio Chapel Hill di Amerika menjadi strasiun radio tradisional pertama yang mengumumkan penyiaran radio lewat internet.

Radio yang hanya bisa di dengar di dareah jangkauan tertentu sekarang dengan fasilitas streaming lewat koneksi internet bisa dipancarkan keberbagai belahan bumi lainya, selama bisa dijangkau oleh jaringan internet. Kita bisa memanfaatkan momentum ini karena radio streaming tidak memerlukan izin siaran ataupun izin penggunaan frekuensi. "radio streaming bisa menjadi media murah meriah untuk bereksperisi khususnya untuk anak muda," ujar Budi Hermanto

Ketua JRKY (Jaringan Radio Komunitas Jogja) ini juga berpendapat kalau Perkembangan teknologi komunikasi saat ini tidak hanya memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktifitas. internet juga dapat juga memunculkan berbagai macam inovasi, salah satunya adalah radio internet atau dikenal juga sebagai radio Streaming. "Radio streaming merupakan peluang karena teknologi yang digunakan tidak membutuhkan peralataan yang mahal," tambahnya.

Dengan dukungan teknologi yang semakin terjangkau dan terintegrasinya berbagai macam fungsi media komunikasi dalam suatu alat (konvergensi media) seperti Heandphone, PDA atau Notebook yang sudah bisa mengakses internet maka peluang untuk mendirikan media penyiaran seperti radio streaming akan semakin mudah.

Masyarakat umum yang tidak punya akses terhadap media komunikasi sekarang bisa berpartisipasi atau bahkan terlibat langsung. Untuk mendirikan suatu media membutuhkan biaya yang mahal. Selama ini media hanya dikuasai oleh para pemilik modal. Namun perkembangan pesat teknologi abad ini tenyata berdampak positif karna semakin terjangkaunya alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat sebuah media seperti radio internet yang hanya membutuhkan computer dan koneksi internet. Radio streaming bisa menjadi media yang murah, namun efektif jika dikelola dengan baik karena jangkauan siaranya tanpa batas.

Media ini kemudian menarik karena teknologinya yang mudah didapat. Mungkin selama ini asumsi kita kalau stasiun radio itu harus lengkap dengan fisik studio, ada tower pemancar dsb. Dengan semakin berkembanya teknologi informasi orang bisa melakukan siarang radio tanpa memerlukan peralatan yang rumit. Dengan berbekal laptop, microfone dan koneksi internet, server orang sudah bisa melakukaan siaran radio. Berbeda dengan radio umunya yang membuthkan peralatan mahal dan biaya siaran yang tinggi.

Radio streaming dalam pengoperasianya sangat mudah, tidak harus berlatarbelakang belakang akademisi ataupun mahasiswa komunikasi. Setiap orang bisa membuat radio ini. Bahkaan media ini bisa membatu komunikasi antar Negara yang satu dengan negara yang lainya mengingat biayanya relative terjangkau. Fasilitas ini juga bisa bermanfaat untuk kepentingan komunikasi lembaga sosial yang mempunyai kendala tempat yang terpisah jauh.

Komunitas di dunia maya ternyata juga memanfaaatkan layanan ini. Seperti saat ini ada radio streaming khusus pengguna media social online seperti Facebook dan Twitter dan masih banyak lagi komunitas di internet yang mendirikan radio streaming

Radio streaming bisa dikelola individu, komunitas atau bahkan bisa menjadi radio komersial. Dengan kreatifitas kita bisa membuat style radio kita sesuai dengan segmentasi yang kita tuju. Walaupun sebenarnya tidak ada batasaan audien karna jangkaauan siaranyaa yang luas. Bahkan fasilitas ini bisa juga dimanfaatkan oleh radio komunitas untuk memperluas area siaranya. Regulasi radio komuniats yang membatasi daerah siaran, hanya beberapa kilometer saja sekarang dengan adanya streaming maka jangkaunya bisa tanpa batas seperti halnya radio free to air lainya.

Namun yang perlu diningat bahwa walaupun area jangkauannya luas kelemahan radio streaming adalah tidak semua orang bisa mengakses internet. Menurut data dari KPID (Komisi penyiaran Daerah) Yogjakarta Pada tahun 2010 pengguna internet di Indonesia baru sekitar 14% atau sekitar 34 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet. Peranti komunikasi yang tidak terhubung internet juga tidak bisa mengakses radio streaming.

Broadcast Manager Swaragama FM Jogjakarta Boma mengatakan, setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk mendirikan radio streaming namun yang harus dingat bahwa radio streaming mempunyai segmentasi sendiri yaitu pengguna internet. Kemasan konten yang unik bisa menjadi alternatif untuk menarik pendengar. pendengar juga dimanjakan oleh berbagai macam konten siaran sehingga mereka leluasa untuk mencari format siaran yang sesuai dengan keinginanya.

Dengan segala macam kelebihan itu, maka tidak heran banyak sekarang kita temukan radio internet di dunia maya. Bahkan awalnya radio streaming yang hanya digunakan oleh radio komersial untuk memperluas daerah siaran kini juga bisa digunakan oleh semua orang untuk melakukan siaran.

"Untuk membuat radio streaming saat ini banyak situs-situs di internet yang menyediakan layanan jasa pembuatan radio internet. Bahwan ada beberapa yang menyediakan gratis,"ujar Boma.

Boma juga mengatakan bahwa radio internet saat ini merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan dengan positif baik itu untuk radio komersil sendiri maupun oleh siapa saja yang tertarik di dunia broadcasting. "Salah satu keunikan radio streaming yang tidak dimiliki oleh radio terestrial selain mudah untuk membuatnya juga kita bisa tahu langsung berapa jumlah pendengar kita, " paparnya.

Untuk mengelola radio streaming Boma memberikan tips. Pertama, radio streaming memiliki segmentasi sendir, untuk itu dalam mengelolanya kita harus mengetahui siapa yang kita bidik . Kedua konten yang atraktif. Orang akan mudah berpindah radio jika konten siaraan kita tidak menarik karna banyak pilihan radio streaming di internet. Ketiga gunakan domain yang mudah dingat oleh audien dan terahir kualitas Hardware harus mendukung. Saat ini banyak tersedia perangkat yang murah didapat dan harganyapun relative murah.

Radio Masa Depan

Karena masa depan yang sangat menjanjikan banyak pengelola radio berbasis frekuensi yang memadukan antara radio streaming dengan radio frekuensi. Mengingat internet telah menjadi menu utama yang dikonsumsi banyak orang di era saat ini. Dan posisi dari radio streaming kedepan adalah bukan sebagai kompetitor bagi radio berbasis frekuensi tetapi justru akan saling melengkapi.

Selain itu masih banyak hal menarik yang menghiasi munculnya radio streaming. "hal menarik seiring dengan munculnya fenomena radio streaming adalah batasan radio siaran yang tidak terbatas lagi, Radio berbasis frekuensi memperhatikan batasan siaran, namun dalam radio streaming tidak demikian, itulah yang menjadi unggulan radio streaming dari segi geografis tidak terbendung dan kualitas suara akan tetap terjaga," ujar Rakhmat M. Arifin.

Berbicara mengenai regulasi Ketua KPID(Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Yogyakarta ini mengatakan Sampai saat ini di Indonesia belum ada regulasi yang tegas tentang penyelenggaraan radio streaming. "Undang-Undang No 32 tahun 2002 tentang penyiaran belum mengatur radio streaming, pemerintah melalui inisiatif DPR RI dalam waktu dekat akan merevisi Undang-Undang itu dengan memasukan unsur-unsur digitalisasi,"ujar Rakhmat.

Rakmat mengatakan walaupun dalam pendirian radio streaming tidak ada proses perizinan, dan sampai saat ini tidak ada aturan baku untuk mendirikan radio streaming tapi etika siratan atau konten siaran telah diatur dalam standar program siaran, seperti siaran tidak boleh menghasut, SARA dll. Materi siaran telah diatur dalam P3SPS (Pedoman Perilaku Penyaran dan Standar Program Siaran) sehingga walaupun seseorang punya hak dalam berekspresi dengan radio streaming tapi secara etika juga isi siaranya harus sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

Bagi orang yang kritis dalam bermedia kita memang harus memperhatikan P3SPS agar semua aktivitas dalam dunia siaran tidak berbenturan dengan aturan-aturan yang telah ditentukan, Jika tidak radio streaming bisa disalah gunakan oleh orang-orang tertentu untuk menyebarkan materi siaran yang sifatnya negatif.

"P3SPS merupakan panduan penting bagi para broadcaster ataupun siapa saja yang bergelut dalam dunia siaran, sebagai petunjuk bagi kaum-kaum dalam dunia siaran,"imbuh rakhmat.

Oleh Rustam Landu
Tulisan ini pernah dimuat dii harian Joglosemar 8/10/2011
Sumber : http://tamwakatobi.blogspot.co.id/2012/01/main-main-dengan-radio-streaming.html

Membuat Radio Streaming



Artikel Terkait Main-Main Dengan Radio Streaming :