Seringai - Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)


Seringai Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) Official VIdeo

INDIVIDU MERDEKA!
Videoklip dari Seringai untuk single kedua dari album Serigala Milita yang disutradarai oleh Anton Ismael.

Lirik Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)

"Individu, individu merdeka.

Selamat datang di era kemunduran,
pikiran tertutup jadi andalan.
Praduga tumbuh tenteram,
menghakimi sepihak, sebar ketakutan.

Membakukan persepsi, bukan jadi jawaban
atau gagasan bijak.
Selangkah maju ke depan,
empat langkah ke belakang,
kita takkan beranjak.

Mereka, bermain Tuhan.
Merasa benar, menjajah nalar.
Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.

Individu, individu merdeka.

Selamat tinggal, era kemajuan,
lupakan harapan dan kehidupan.
Menjauh dari akar masalah,
mendekatkan kepada kebodohan yang dipertahankan.

Privasi. Seni.
Siapa engkau yang menghakimi?
Masih banyak masalah, dan lebih krusial,
tidak bicara asal.

Mereka bermain Tuhan.
Merasa benar, menjajah nalar.
Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.

"Sudahkah merdeka? Sudahkah dirimu merdeka?"

Individu, individu merdeka."


Untuk yang belum pernah tahu lirik dan eksplanasinya yang ada di dalam album Serigala Militia, here we go:

Mengadili Persepsi [Bermain Tuhan]

"Wahai calon anakku yang masih berupa benih dalam kelaminku, semoga di masa kau lahir, kau tidak perlu lagi berurusan dengan polisi-polisi moral yang membawa diri atas nama Tuhan, bisa seenaknya menginjak-injak privasi dan kebebasan berekspresi kalian, hanya karena perbedaan persepsi. Semoga kaum puritan tersebut sudah punah disaat kau besar nanti. Amin." [khemod]

Lagu ini mungkin jadi soundtrack hidup kamu yang selalu mempertanyakan sesuatu. Mungkin contoh yang paling mudah, adalah perancangan RUU APP. Sesuatu yang dikira sebagai kebebasan individu sekarang hendak diatur oleh negara. Padahal kita semua tahu, ada lebih banyak hal penting lainnya yang harus diurus. Bukan kebebasan untuk melindungi tapi seharusnya melindungi kebebasan. [sammy]

Dari yang mencoba membakukan persepsi, hingga mereka yang bermain Tuhan. Intervensi masalah pribadi, merasa lebih suci dan benar, dan membuat pembenaran untuk melakukan kekerasan [dari sweeping buku 'kiri' sampai penghancuran tempat hiburan]. Hipokrit sejati memupuk kebodohan. Kami sudah muak. Pernah berpikir untuk melawan? We should. [arian13]

Lirik sebenarnya didasari oleh kegerahan kami akan fasis sayap kanan sejak lama tapi kemudian memuncak 2 tahun lalu [dan bahkan kejadian-kejadian sebelumnya juga]. Tapi sepertinya lirik ini juga selaras dengan apa yang terjadi hingga hari ini. Entah itu dari ancaman Menkominfo untuk memboikot YouTube-Multiply-Myspace-etc, Roy Suryo dengan segala kedunguannya a.k.a. blogger=hacker, pencekalan musik underground/independen [terutama] di Bandung, hingga bagaimana pemerintah hendak menggembok semua celana pemijat supaya tidak terjadi transaksi seksual. Saya yakin kalian semua gerah dengan langkah-langkah mereka yang mengatasnamakan negara, bangsa, agama, atau apa saja, dengan tindakan-tindakan bodoh. Fukk 'em.

Semoga anthem ini berkenan. :)

Director: Anton Ismael
Main talent: Sharleen Adam [R.I.P.]
Apakah tuhan itu ada? Apakah tuhan itu nyata?

Artikel Terkait Seringai - Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) :